Minggu, 03 Februari 2013

KONTROVERSI MENGENAI EKSISTENSI NABI KHIDIR A.S.



Kumulai tulisan ini dengan nama Allah, bismillah... :)
Setelah selesai baca novel karya Wiwid Prasetyo beberapa menit yang lalu dengan judul Khidir, gua jadi terobsesi dan pengen tau lebih jauh tentang keberadaan Nabi Khidir as. Ada yang mengatakan beliau masih hidup hingga saat ini, ada juga yang membantah. Kesimpulan yang gua dapet dari novelnya Wiwid Prasetyo bahwa pendapat yang menyatakan keberadaan Khidir hingga saat ini sebenarnya merupakan bohong besar yang tidak kuat hujjah-nya. Nabi Khidir a.s. adalah seorang manusia biasa yang juga mengalami kematian dan tentu saja orang yang telah meninggal dunia itu hubungannya terputus sama sekali dengan dunia.
Di sisi lain, guru fahmul qur’an gua di sekolah percaya bahwa Nabi Khidir a.s. masih hidup dan menjadi penguasa di lautan hingga saat ini. Beliau dapat mengubah wujudnya sendiri menjadi siapa saja. Namun, dengan satu ciri khas yang tidak bisa ditutupi adalah ibu jari yang dimiliki oleh Khidir tidak bertulang dan lemas. Demikian penjelasan yang gua dapet dari beliau (guru fahmul qur’an) dan sayangnya, tidak disebutkan dalil-dalil yang mendukung pernyataan beliau tersebut.
Awalnya informasi tentang kekekalan Nabi Khidir a.s. itu sendiri gua yakini mentah-mentah setelah dijelaskan oleh pak guru dan seperti tidak menimbulkan semacam tarikan magnet apapun untuk mendalami kebenaran dari kisah Khidir tersebut. Tapi setelah gua (kebetulan) nemuin novel fiksi yang sedikit banyak mengulas tentang keberadaan Khidir dalam dunia spiritual manusia masa kini (benar/tidaknya), gua jadi tertarik untuk mengkaji masalah ini lebih dalam. Ehm...dan sepertinya, gua kurang yakin dengan pernyataan bahwa Nabi Khidir a.s. masih hidup. Ini menurut dalil-dalil dari al-qur’an dan hadits yang gua yakini. Coba deh, kaji dalil di bawah ini:
“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad) ; maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?” (QS. Al Anbiya’ : 34)
Dalil di atas tentu ga perlu ditanyakan lagi mengenai keshahihannya karena berasal dari Al-Qur’an yang mutlak kebenarannya. Jika Allah swt saja telah berfirman seperti demikian, lalu siapa lagi yang mampu menyangkalnya? Dengan kata lain, ayat di atas telah menunjukkan bukti yang jelas kepada kita bahwa Nabi Khidir a.s. yang diyakini oleh sebagian orang sebagai manusia yang kekal keberadaannya hingga hari kiamat adalah berita yang tidak benar adanya.
Ada lagi bantahan mengenai anggapan bahwa Nabi Khidir a.s. masih hidup hingga saat ini. Silakan kaji sabda Rasulullah saw di bawah ini:
Diriwayatkan oleh ‘Umar ibn al Khattab, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kaum Musyrikin yang berjumlah 1000 orang sedangkan para sahabatnya hanya berjumlah 3 ratus belasan orang. Maka Nabi saw. menghadap kiblat kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhannya, “Ya Allah, penuhilah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, datangkanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, apabila Engkau membinasakan golongan ini dari umat Islam maka tidak akan ada yang menyembah Engkau di bumi ini”. Beliau cukup lama memanjatkan doa kepada Tuhannya seraya mengangkat kedua tangannya sehingga selendangnya terjatuh dari kedua pundaknya. Maka Abû Bakr menghampiri beliau dan mengambil selendangnya kemudian meletakkannya kembali di kedua pundak nabi lalu memeluknya dari belakang seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia akan memenuhi apa yang Dia janjikan kepadamu. Kemudian Allah menurunkan ayat (yang artinya) “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. al Anfâl: 9]. (HR. Tirmidzi).
Udah dibaca? Pahami kembali kalimat yang menyatakan, ‘Ya Allah, apabila Engkau membinasakan golongan ini dari umat Islam maka tidak akan ada yang menyembah Engkau di bumi ini’.Secara logika, jika memang benar Khidir masih hidup hingga saat ini dan tentunya melewati zaman nabi-nabi sesudah Nabi Musa a.s. termasuk juga hidup di zaman Rasulullah saw tentu tidak mungkin Rasulullah saw akan berdoa dengan kalimat seperti itu.
Beberapa ulama seperti Imam al Bukhari, Ibrahim al Harbi, Abu Ja’far ibn al Munadi, Abu Ya’la ibn Farra’ dan beberapa yang lain juga berpendapat bahwa Nabi Khidir as telah wafat.
Untuk lebih jelas dan lengkapnya silakan lihat di sumber referensinya:

Fenomenal: Benarkah Nabi Khidir Masih Hidup?

0 kicauan:

Poskan Komentar